Pages

Kamis, 04 April 2013

Valuasi Ekonomi Ekosistem Mangrove di Desa Teluk Pambang Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau


LANGGA QODRINA (0810247941). Valuasi Ekonomi Ekosistem Mangrove di Desa Teluk Pambang Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau (Dibawah Bimbingan Prof. DR. Ir. Rasoel Hamidy, MS dan Prof. DR. Ir. Zulkarnaini, M.Si).

RINGKASAN

Penelitian mengenai valuasi ekonomi ekositem mangrove di Desa Teluk Pambang Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis dilatar belakangi oleh terdapatnya sumberdaya ekosistem mangrove seluas 498 hektar yang memiliki potensi yang besar dan dilakukannya berbagai pemanfaatan yang terhadap sumberdaya tersebut. Aktifitas pemanfaatan ekosistem mangrove yang dilakukan secara terus menerus menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya pemanfaatan yang berlebihan (over exploitation) ekosistem mangrove sedangkan nilai total potensi ekonomi yang dimiliki ekosistem mangrove belum diketahui. Berdasarkan alasan ini, maka penting dilakukan penelitian mengenai valuasi ekonomi ekosistem mangrove di Desa Teluk Pambang sehingga dapat diketahui nilai total ekonomi yang ada. Nilai ekonomi total tersebut selanjutnya dipergunakan untuk mengetahui tingkat optimalisasi pemanfaatan sehingga dapat memberikan gambaran pola pengelolaan yang sesuai. Manfaat yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bahan acuan dalam rencana pengelolaan ekosistem mangrove daerah tersebut serta sebagai acuan dalam setiap aktifitas pemanfaatan yang akan dilakukan pada ekosistem mangrove tersebut sehingga tidak terjadi penurunan luasan, fungsi dan peranan kawasan mangrove.


Penelitian ini berlangsung dari Juli 2011 hingga September 2011 dengan menggunakan metode survey untuk mendapatkan data dan informasi yang lengkap mengenai kondisi ekosistem mangrove dan aktifitas pemanfaatan yang ada. Pengambilan sampel dilakukan pada 5 titik sampling yang berbeda-beda, sedangkan untuk data sampel wawancara diambil 100 orang responden yang diambil utnuk mewakili masyarakat untuk dianalisis. Analisis data dilakukan berdasarkan metode valuasi ekonomi lingkungan yang mengacu pada Harahab (2010) yaitu dengan menghitung nilai ekonomi total (use value dan non use value). Use value (nilai manfaat) terdiri atas nilai manfaat langsung, nilai manfaat tidak langsung dan nilai pilihan, sedangkan non use value didasarkan atas perhitungan nilai keberadaan.

Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa ekosistem mangrove Desa Teluk Pambang memiliki potensi sumberdaya langsung yang sangat tinggi. Nilai ekonomi total yang didapat dari hasil analisis sebesar Rp. 1.409.454.390,18/ha/tahun dengan proporsi nilai ekonomi langsung sebesar 95%, nilai ekonomi tidak langsung 4%, nilai pilihan 0,010% dan nilai keberadaan 0,002% sehingga untuk ekosistem mangrove seluas 498 hektar mencapai Rp. 701.908.286.316,65 miliar per tahun. Berdasarkan proporsi nilai tersebut terlihat bahwa potensi ekonomi ekosistem mangrove sangat tinggi, sehingga dapat dilakukan pemanfaatan sumberdaya.

Sesuai dengan total nilai ekonomi tersebut, aktifitas pemanfaatan yang sudah dilakukan hanya sebesar 0.035% per tahun yang terdiri atas penebangan kayu log (0.032%) dan penangkapan biota fauna mangrove (0.035%). Dari nilai ini dibuat analisis optimalisasi pemanfaatan untuk menghindari degradasi luasan ekosistem mangrove yang terbagi atas 3 alternatif yang mana alternatif ini dibuat berdasarkan pemanfaatan penebangan kayu log yang mana pemanfaatan ini dapat menyebabkan penurunan luasan ekosistem mangrove. Alternatif pemanfatan yang memberikan nilai ekonomi tertinggi adalah alternatif III dengan pola pemanfaatan 10%(pemanfaatan) - 90%(pelestarian) dimana aktifitas pemanfaatan 10% yang merupakan penebangan kayu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan setempat dan bukan untuk kebutuhan industri.

Sesuai dengan hasil perhitungan optimalisasi tersebut, maka model pengelolaan yang sesuai dilakukan adalah model pelestarian kawasan dengan pola prioritas keberlanjutan dan jasa lingkungan dengan tujuan tercapainya fungsi jasa lingkungan dan aktifitas pemanfaatan dapat dijalankan sehingga tercipta manfaat lingkunngan yang dapat memberikan nilai ekonomi yang berasal dari kelestarian lingkungan. Alternative pengelolaan yang dapat diterapkan adalah pengelolaan lingkungan berkelanjutan yang berbasis masyarakat.

Oleh karena ekosistem mangrove memiliki nilai fungsi yang sangat beragam dan perhitungan dalam penelitian ini terbatas, dimana belum diidentifikasi nilai fungsi mangrove sebagai penyedia nutrien, penyerap karbon dan nilai pilihan untuk kepentingan ekowisata. Diharapkan untuk selanjutnya dapat dilakukan perhitungan untuk fungsi tersebut dan kajian terhadap nilai produk domestik regional dari hasil sektor kehutanan mangrove.

Sumber:
Qodrina, L., 2012. Valuasi Ekonomi Ekosistem Mangrove di Desa Teluk Pambang Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis Provinsi RiauTesis. Program Pascasarjana Universitas Riau. Pekanbaru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar